Friday, April 01, 2011

Lembah, Mawar, dan Plum

Lalu aku sampai di lembah berumput. Lembab rumput basah dingin di bawah kakiku. Aku tersenyum dan berteriak. Puas sekali. Aku melompat dan bernyanyi. Bebas. Tak ada yang melihatku. Aku memejamkan mata dan berputar, menghirup cahaya matahari dan udara bebas. Lepas. Aku berputar lagi, menari lagi. Burung-burung mendatangiku sambil berkicau. Menceritakan sarang-sarang mereka di pucuk pohon, arbei, melati, lebah, angin yang bertiup, segalanya. Aku tidak tahu mereka burung jenis apa. Tapi aku akan menganggap mereka phoenix. Mereka punya bulu-bulu kuning keemasan di sekujur tubuhnya. Ada semburat merah dari puncak kepalanya, meliuk melaburi sayap dan menyebar di ekornya. Mereka terbang pergi, melayang dalam tarian yang indah. Oh, ya. Mereka mengajakku, tahu. Aku berlari, seperti melayang. Dan tiba-tiba pemandangannya berganti. Dibawah kakiku masih rumput-rumput basah yang dingin dan nyaman. Tapi di sekelilingku adalah semak-semak bunga peony dan mawar. Ada kolam, dan lili air yang berenang di sekitar teratai. Ada pohon-pohon apel merah yang ranum, plum, jeruk, ceri liar, anggur yang wangi. Aku petik satu plumnya. Manis, tahu. Manisnya menggigit lidahku. Menyenangkan sekali. Seperti punya teman baru.

No comments:

Post a Comment