Friday, April 01, 2011

Gubuk Mentari

Ada gubuk di dekat jalan itu
Membatasi keramaian dan hutan lebat yang sunyi
Ketika mentari bernyanyi, ia hidup dan kering
Rumbianya ditiduri burung-burung dan kadal
Bambunya rumah makhluk kecil yang ramai
Napasnya berembus
Seiring makhluk-makhluknya yang tumbuh, beranak pinak, dan mati
Lalu mentari meredup dan hilang
Sudah terlalu lama, katanya
Apa? tanya gubuk
Hidupmu menemani mati mereka, katanya
Memang, kata gubuk
Lalu? tanyanya
Lalu aku akan mati dalam cengkramaku denganmu
Kenapa? Tanyanya
Karena aku menunggumu bicara
Tapi itu berarti hingga aku redup dan mati, kan?
Memang, untuk itu hidupku menemani mati mereka
Tapi tak apa, bagiku ini cukup
Satu kali untuk selamanya
Lalu gubuk mati dan hilang bersama mentari
Karena keramaian menang
Dan hutan lebat yang sunyi itupun perlahan menghilang

2 comments: